Senin, 27 November 2017

KOMUNIKASI BISNIS - MENINGKATKAN KARAKTER UNTUK PERSIAPAN DALAM DUNIA KERJA

Nama : Meiriza Alviyany // NPM : 16214550 // Kelas : 4EA26

Tulisan 2
BAGAIMANA MENINGKATKAN KARAKTER UNTUK PERSIAPAN DALAM DUNIA KERJA

            Bekerja meurut saya adalah tuntutan untuk memenuhi kebutuhan lahiriyah sehari-hari. Merencanakan apa dan di mana nantinya akan bekerja merupakan hal yang perlu dipersiapkan saat ini untuk masa depan. Dalam dunia kerja, ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh para pencari kerja. Tantangan ini pun terus mengalami perubahan, seiring berjalannya waktu. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di dunia kerja pada masa sekarang, seorang job seeker (pencari kerja) perlu untuk mempersiapkan diri. Persiapan-persiapan ini untuk meningkatkan kompetensi seorang job seeker, agar dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang lebih berkualitas. Antara lain kemampuan leadership dan entrepreneurship, kemampuan berinovasi, melek teknologi, kemauan untuk terus menerus belajar, memiliki kemampuan untuk sensitif terhadap kebudayaan yang berbeda, memiliki pola pikir luas dan memiliki lebih dari satu keahlian, memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi, serta global minded dan kemampuan bahasa asing yang baik.

             Kebutuhan untuk memasuki dunia kerja penting dipersiapkan sebelum mahasiswa dinyatakan lulus. Tidak hanya berbekal hardskill atau ilmu yang diajarkan selama perkuliahan, tuntutan dunia kerja juga mewajibkan pencari kerja untuk memiliki softskill yang mumpuni seperti interpersonal skill (komunikasi, negosiasi, persuasi dan lainnya). Semua jenis softskill  itu penting. Dunia kerja sendiri identik dengan team work, kepemimpinan, emosional manajemen, dan mengenali emosi orang lain menjadi hal yang harus dikuasai.            

        Saat ini persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat karena terbatasnya peluang. Dibutuhkan kecermatan menentukan pilihan yang sesuai minat dan kemampuan. Selain itu butuh kesiapan atau strategi untuk mendapatkan pekerjaan tersebut dan yang penting adalah bagaimana menghadapi tantangan dunia kerja yang akan masuki. Menurut saya, sebagai
fresh graduate saran untuk persiapan diri sebelum memasuki dunia kerja peran attitude di dalam dunia kerja sangatlah penting. Attitude sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan seseorang. Attitude merupakan bawaan setiap masing-masing individu. Dengan attitude yang baik seorang pekerja cenderung lebih disukai. Hal ini sangat beralasan mengingat bahwa perusahaan menilai pembentukan dan penguasaan knowledge dan skill jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan pembentukan karakter kepribadian atau attitude. 

            Sikap atau attitude menjadi peran penting bagi kemajuan perusahaan dimana sumber daya manusia merupakan asset terpenting bagi suatu perusahaan. Bila attitude pekerja dan karyawan buruk, tentu akan mempengaruhi bagaimana perusahaan terlihat dimata masyarakat dan mempengaruhi citra perusahaan. Perusahaan tentu tidak mau citra yang telah susah payah dibangun di mata masyarakat menjadi negatif akibat attitude pekerjanya yang  tidak memenuhi standar.

            Untuk itu, attitude perlu dijaga. Attitude memiliki porsi yang cukup besar dalam penilaian yang dilakukan oleh departemen sumber daya manusia. Tidak dipungkiri kemampuan teknis dalam pekerjaan penting, namun tanpa sikap yang baik tidak ada alasan yang kuat bagi perusahaan untuk mempertahankan pekerjanya.






Kamis, 09 November 2017

KOMUNIKASI BISNIS - PEMANFAATAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM IT


Nama : Meiriza Alviyany // NPM : 16214550 // Kelas : 4EA26


Tugas 3
PEMANFAATAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM IT (IKLAN TOKOPEDIA)
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=z_f-egCrDT8
            Dari pencarian halaman berbasis video, kini youtube sudah menjelma seperti televisi. YouTube adalah layanan video hosting online yang memungkinkan orang untuk berbagi video mereka. Bisnis dan individu menggunakan youtube untuk berbagi atau menemukan video, termasuk hiburan, promosi dan instruksi. Setiap video yang di klik untuk disaksikan, terlebih dulu menonton iklan di video tersebut. Iklan tersebut bisa berdurasi lama atau juga bisa di skip agar dapat langsung menonton videonya. Youtube mulai membuka peluang untuk para pemasang iklan juga para pengguna youtube untuk memasang iklan dan juga mengunggah lebih banyak video ke youtube dengan system monetize. Pemasang iklan dan pengunggah video bisa mendapatkan keuntungan untuk ini.
            Dikutip dari teknologi.metrotvnews.com pihak google mengklaim iklan di youtube lebih efektif dibanding iklan di TV. Semakin populernya youtube, hingga saat ini akhirnya youtube menawarkan sesuatu yang “menguntungkan” untuk para penggunanya.
Ada berbagai keuntungan yang bisa di dapat, seperti berikut ini:
·  1. Youtube tidak hanya menawarkan Iklan yang diselipkan kedalam video saja, namun juga diluar konten videonya (iklan teks dan gambar).
·   2. Konten video di Youtube bisa diakses dimana saja, tidak hanya di channel youtubenya langsung. Di Blog, surat kabar online, dan situs pemuat konten video lainya, sehingga iklan lebih cepat dikenal.
·  3. Youtube mudah di akses tidak hanya lewat PC, tapi juga lewat notebook, smartphone, tablet di setiap harinya.
4. Youtube memiliki miliaran pengunjung tiap harinya, anda yang memasang iklan juga dapat memilih target iklan berdasarkan Negara untuk setiap pemirsanya.
·   5. Potensi iklanya semakin cepat dikenal.

Benefit dari youtube untuk bisnis
            Jika melihat pertumbuhan Youtube yang semakin meningkat setiap tahunnya, sekarang dapat anda bayangkan jika social media yang satu ini digunakan sebagai sarana bisnis Anda. Menggiurkan? Sudah pasti! Benefit apa yang di dapatkan jika menggunakan YouTube untuk berbisnis?
1. Mendemonstrasikan produk
2. Menciptakan komunitas
3. Menunjukkan keahlian
4. Menghemat bandwidth
5. Menunjukkan ‘personality’ merk
6. Memanfaatkan event atau promosi
7. Memecahkan masalah customer

Analisis:
Tokopedia merupakan salah satu pusat perbelanjaan daring di Indonesia yang mengusung bisnis marketplace. Tokopedia memungkinkan setiap individu, toko kecil, dan brand untuk membuka dan mengelola toko daring. Toko daring sendiri adalah kegiatan belanja pembelian barang dan jasa memlalui media internet.
Iklan-iklan Tokopedia khususnya di youtube sendiri ini biasanya ditemani tagline “Sudah cek Tokopedia belum?”, sebuah kalimat yang ingin dipopulerkan oleh Tokopedia. Dengan kampanye “Ciptakan Peluangmu” justru bertolak belakang dengan para kompetitor mereka yang memastikan tiap uang yang dihabiskan untuk beriklan, dihabiskan dengan bijaksana dengan Return on Investment yang baik. Tokopedia sepertinya hanya ingin mengingatkan masyarakat bahwa peluang tidak bisa ditunggu, tapi harus dikejar. Harus diciptakan. Dalam hal ini, konteks yang dimaksud adalah peluang untuk berjualan online, dengan sedikit dorongan, masyarakat bisa menjadi penjual online yang produknya menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Pemilihan Chelsea Islan sebagai duta Tokopedia berusaha tidak hanya pasar pembeli online, namun juga pembeli online yang kabarnya didominasi oleh kaum perempuan, muda dan penuh semangat. Ketika iklan berbasis performa hanya butuh beberapa hari untuk melihat performa dari sebuah iklan, iklan emosional seperti milik Tokopedia butuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk terlihat hasilnya.
Menarik untuk melihat bagaimana strategi ini akan terbayarkan bagi Tokopedia, dan akan bisa terlihat hasilnya dalam 1-2 tahun ke depan, apakah Tokopedia bisa memenangkan hati dan pikiran pengguna yang dalam beberapa tahun lagi akan mendatangkan jutaan pembeli dan penjual online.


Referensi:
https://dailysocial.id/post/menilik-strategi-pengiklanan-tokopedia/

Rabu, 18 Oktober 2017

KOMUNIKASI BISNIS - KOMUNIKASI PERSUASIF

Nama : Meiriza Alviyany // NPM : 16214550 // Kelas : 4EA26


Tugas 2
Menganalisis Iklan Layanan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=zKsEd2GTP-0
Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi persuasif. Banyak jenis-jenis iklan yang dapat digunakan untuk membujuk pesan yang disampaikan melalui iklan. Komunikasi persuasif ini merupakan jenis komunikasi yang memiliki tujuan untuk memberikan perngaruh kepada komunikan dari komunikator terhadap kepercayaan, sikap, hingga perilaku komunikan. Di mana komunikasi ini akan memberikan dampak yang membuat komunikan ini bertindak sesuai dengan apa yang diminta oleh sang komunikator. Di dalam sebuah komunikasi pasti melibatkan dua atau lebih individu dalam berinteraksi informasi. Sehingga, akan ada sikap-sikap individu yang berbeda-beda dengan berbagai komponen. Ketiga komponen itu di antaranya:
1. Kognitif- Individu mencapai tingkat “tahu” pada objek yang diperkenalkan.
2. Afektif- Individu mempunyai kecenderungan untuk suka atau tidak suka pada objek.
3. Konatif- Perilaku ini sudah sampai tahap hingga individu melakukan sesuatu tindakan terhadap objek.

ANALISIS:
Iklan layanan masyarakat ini ingin menyampaikan bahwa membuang sampah sembarangan akan berakibat buruk. Mengambil latar belakang sebuah jalan disuatu pemukiman, dan menggunkan empat tokoh sebagai penggambaran masyarakat saat ini. Pemandangan ini di gambarkan untuk memperlihatkan ketidaknyamanan jika membuang sampah sembarangan. Orang-orang terbiasa akan membuang sampah disembarang tempat, tanpa sadar melakukan hal tersebut terus menerus. Dan bila satu orang di bumi ini membuang sampah di sembarang tempat, maka akan ada jutaan sampah berserakan di berbagai tempat. Mungkin mereka tidak sadar bahwa membuang satu sampah di sembarang tempat  sama saja membuang jutaan sampah. Akibat dari pembuangan sampah yang sembaranganpun tidak main-main, terutama sampah plastik. Selain mengakibatkan banjir juga membuat lingkungan tidak bersih. Hal ini akan menyebabkan timbulnya penyakit. Karena akibat dari pembuangan sampah sembarang sangat buruk, maka target dari Iklan Layanan Masyarakat ini adalah orang-orang dewasa. Dan lebih baiknya jika di terapkan ke anak-anak, untuk mengajarkan dari dini tentang pentingnya buang sampah pada tempat sampah. Sehingga khalayak terbujuk untuk membuang sampah pada tempat sampah, dan mengajarkan hal ini kepada anak-anak mereka. Dengan seperti ini kota dan lingkungan tempat tinggal kita akan terlihat bersih dan asri. Diharapkan dengan pemasangan Iklan Layanan Masyarakat ini, masyarakat mulai mengubah sikap akan pentingnya membuang sampah pada tempat sampah. Dengan begitu kota akan terlihat bersih dan asri, dan kota yang bersih akan menjadi sehat.

Referensi:
https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-persuasif

Sabtu, 30 September 2017

KOMUNIKASI BISNIS - BENTUK KOMUNIKASI BISNIS





Nama : Meiriza Alviyany // NPM : 16214550 // Kelas : 4EA26



Tugas 1

Bentuk Komunikasi Bisnis

Komunikasi Bisnis merupakan komunikasi yang digunakan untuk membangun hubungan antar perusahaan dalam dunia bisnis. Hal ini dilakukan agar saling mempromosikan atau mempresentasikan suatu nilai produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan kepada pihak buyer maupun perusahaan lain yang hendak melakukan kerjsama dengan perusahaan yang terkait. Komunikasi bisnis ini yang pada umumnya digunakan oleh para promotor atau public relation suatu perusahaan kepada perusahaan lain atau buyer.


Bentuk Bentuk Komunikasi Bisnis

Dalam dunia bisnis, komunikasi bisnis memiliki dua bentuk yang lazim yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam berkomunikasi. Dua bentuk ini yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Berikut ini penjelasannya.


A. Komunikasi Verbal

Diambil dari kata dasarnya yaitu ‘verbal’, komunikasi verbal ini menggunakan satu kata atau lebih. Dalam dunia bisnis, bentuk komunikasi verbal ini digunakan baik secara tertulis maupun secara lisan dengan struktur dan terorganisasi dengan baik dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan atau penerima pesan.(Baca juga.Dalam dunia bisnis, umumnya bentuk komunikasi verbal ini digunakan ketika sedang rapat, seminar, atau yang lainnya yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Namun, kekurangan dari komunikasi verbal jika tidak dikuasai dengan baik maka akan timbul berbagai hal yang di antaranya:

1. Keterbatasan Kata

Biasanya beberapa hal seperti benda, orang, atau sesuatu hal lain yang belum bisa disampaikan dengan menggunakan kata atau bahasa verbal. Sehingga komunikasi verbal pun tidak berjalan dengan baik dan lancar.

2. Kata Ambigu

Setiap individu memiliki pemikiran masing-masing. Hal inilah yang membuat bahasa verbal menjadi bahasa yang dapat menimbulkan ambiguitas. Seperti halnya berkata ‘Orang itu tampan’. Belum tentu orang lain menganggap bahwa orang itu tampan. Sehingga orang lain akan menganggap bahwa orang itu tampan sifat dan hatinya.

3. Kata Bias

Umumnya, kata-kata yang bias ini menyangkut soal budaya dari daerah tertentu. Seperti halnya suatu bahasa dari Jawa akan berbeda maknanya jika diartikan dalam bahasa Sunda. Contoh, orang mengatakan kata ‘gedhang’. Dalam bahasa Jawa, kata tersebut berarti ‘pisang’, sedangkan bahasa Sunda mengartikan bahwa kata itu adalah ‘pepaya’.

4. Percampuran Fakta

Komunikasi verbal dalam komunikasi bisnis ini sering terjadi percampuran fakta dan makna. Sehingga akan timbul pesan atau informasi yang baru dan bisa saja tidak sesuai dengan informasi atau pesan yang sebenarnya.

B. Komunikasi Non-Verbal

Komunikasi non verbal ini merupakan bentuk komunikasi yang berlangsung menggunakan bahasa tanda, simbol, dan tubuh. Namun, simbol atau tanda-tanda tersebut dapat memberikan pelukisan atau deskripsi apa yang disampaikan. Namun, komunikasi non verbal ini hanya bisa dilakukan secara lisan. Kecuali pada sandi morse yang merupakan bahasa non verbal, melainkan menggunakan metode tertulis

Perlu diperhatikan, bahwa kedua bentuk komunikasi tersebut memiliki hubungan yang erat dalam dunia bisnis, khususnya dalam komunikasi bisnis. Kedua bentuk tersebut akan saling menjalin dan melengkapi satu sama lain. Ketika bahasa verbal tidak bisa disampaikan, maka bahasa non verbal yang berperan, dan juga sebaliknya.

Tujuan Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis yang baik, pastinya memiliki tujuan untuk pencapaian yang baik. Terdapat tiga tujuan pokok dalam komunikasi bisnis, di antaranya :

1. Informatif. Jika seorang komunikator tidak dapat memberikan informasi kepada komunikan, untuk apa ia berkomunikasi? Sehingga perlu adanya informasi yang diberikan kepada komunikan agar pesan dan tujuan komunikasi bisnis itu dapat tercapai.

2. Persuasif. Informasi yang berdifat persuasif ini adalah sama halnya mengendalikan tanggapan dari komunikan. Sehingga perlu adanya komunikator yang dapat mengendalikan tanggapan komunikan agar informasi dapat memberikan sugesti, sehingga komunikan mau mendengarkan dan memberikan tanggapan positif kepada komunikator mengenai pesan yang disampaikan.


Kolaboratif. Dalam penyampaian pesan, pastinya ada maksud di balik itu semua, yaitu kerjasama yang terjalin antara perusahaan dengan komunikan.



Referensi :

http://pakarkomunikasi.com/bentuk-komunikasi-bisnis

KOMUNIKASI BISNIS - KOMUNIKASI YANG EFEKTIF



Nama : Meiriza Alviyany // NPM : 16214550 // Kelas : 4EA26


Tulisan 1

News
Komunikasi Efektif Sebagai Ciri Polisi Humanis

Sabtu,04 Juni 2016 - 04:46:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi
harianhaluan.com - Sir Robert Marks, mantan Kepala Kepolisian Inggris yang tersohor di era 1970-an mengatakan, seorang polisi di era modern seperti saat ini tidak lagi bersenjatakan water canon, gas air mata atau peluru karet. Senjata polisi hari ini seharusnya adalah simpati masyarakat. Namun, simpati masyarakat itu akan sulit didapat jika antara polisi dan masyarakat tak terbangun komunikasi yang hangat dan saling mendukung satu sama lain.
Paradigma baru Ke­po­li­sian Republik Indonesia (Pol­ri) berorientasi pada pe­me­cahan-pemecahan masalah (Problem Solver Oriented) yang ada di tengah masyarakat. Agar tugas dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, tak pelak dibutuhkan hubungan mesra (kedekatan fisik dan non-fisik) yang ber­kesi­nam­bungan antara polisi dan masyarakat.
Polisi Humanis, hal itu yang selalu didengung-de­ngung­­kan dan dipercepat per­tum­buhannya di dalam ins­titusi Polri. Tentu saja, sia­pa pun polisinya pasti ingin dianggap polisi yang hu­ma­nis. Dan siapapun masya­ra­katnya pasti ingin memi­liki polisi yang huma­nis; polisi yang mudah diajak bicara; mudah dimintai pertolongan; dan mudah memberikan solusi atas permasalahan.
Contoh umum, sebe­lum polisi menjawab kelu­han atas permasalahan ma­syarakat dengan lang­sung bergerak ke lapa­ngan, di­­harapkan polisi dapat ter­le­bih dulu menga­wali sikap de­­ngan menyimak keluhan, men­­dengar dengan hati dan be­rusaha mene­nang­kan kere­sa­han yang dira­sakan masyara­kat.
Menuliskannya memang semudah itu, tapi butuh usaha keras dalam tataran praktik di lapangan.
Menurut Jalaluddin Rakh­mat dalam bukunya, Psi­ko­logi Komunikasi, komu­nikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, memengaruhi sikap, mening­katkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya me­nim­bulkan suatu tindakan yang baik pula.
Dari pengertian tersebut dapat kita sadari, dalam men­cip­takan komunikasi yang efektif antara polisi dan ma­sya­rakat, diperlukan saling pengertian. Bukan saja polisi yang harus mengerti masya­rakat, tapi masyarakat harus pula memahami dan mengerti pekerjaan seorang polisi.
Contoh kecil mengenai sa­ling pengertian: yaitu saat ma­syarakat sering bersentuhan de­ngan polisi pe­nga­tur lalu lin­tas. Nah, saat se­orang pe­ngen­­­dara te­lah nyata-nya­­­ta me­lang­­­gar atu­ran ber­ken­­da­­ra­an se­­hing­ga di­kenai ti­lang, maka tidak seharusnya pengendara itu berupaya me­nyogok polisi agar ‘masalah selesai di tempat’. Sikap ter­sebut menurut penulis cer­minan sikat tidak saling pe­nger­tian. Baik polisi maupun masyarakat dalam hal ini sama-sama tidak pengertian atas kapasitas masing-masing.
Jalaluddin juga menandai komunikasi yang baik dengan komunikasi yang menim­bul­kan kesenangan dan dapat saling memengaruhi sikap. Dikaitkan dengan contoh di atas, ketika seorang pengen­dara telah menyadari kesalahan dan menerima dengan legowo sanksi tilang yang dijatuhkan, polisi dan pengendara akan merasa sama-sama lepas dari beban, sehingga yang kemu­dian akan muncul adalah perubahan sikap.
Ke depannya, pengendara yang melanggar akan lebih berhati-hati dalam menaati peraturan berkendaraan. Po­lisi yang menilang pun akan lepas dari beban perasaan tidak melakukan tugas de­ngan baik, karena beban ini bisa saja dirasakan saat menerima sogokan-so­go­kan, yang se­be­nar­nya tidak seberapa dan terkesan me­le­cehkan ins­titusi Polri sendiri.
Terakhir, Jalaluddin me­nandai komunikasi yang efek­tif dengan meningkatnya hu­bungan sosial yang baik, yang kemudian diakhiri dengan tindakan yang baik pula. Ambil contoh saat polisi me­nengahi perkelahian antar warga. Dalam situasi seperti ini, polisi dituntut bisa bersi­kap netral dan menjalankan fungsi mediasi yang tidak berat sebelah.
Hal-hal kecil namun sa­ngat memengaruhi jalannya proses pendamaian dapat di­tempuh seorang polisi, seper­ti mendatangi kedua belah pihak, bercerita dan menam­pung uneg-uneg yang diluap­kan. Dan saat waktunya dirasa pas, polisi dapat menang­gapinya dengan hal-hal yang di luar konteks, seperti ber­cerita kasus perkelahian antar warga di tempat lain yang ti­dak menyisakan apa-apa se­la­in kerugian, atau mence­ri­takan sulitnya memper­satu­kan nu­san­tara, dan lain seba­gai­nya.
Tentu saja, cara-cara terse­but digunakan di waktu dan tempat khusus yang membuat masyarakat merasakan polisi adalah teman, bukan penga­man, seperti di pos ronda, ke­dai kopi dan lain sebagai­nya.
Jika hal-hal kecil seperti itu dilakukan, menurut Jala­lud­din, tentu hubungan sosial yang baik akan semakin me­ningkat, dan berujung kepada tindakan penyelesaian ma­salah yang ada dengan cepat, tanpa harus ada pihak yang merasa dirugikan.
Dengan adanya inte­raksi yang terus me­nerus tersebut, polisi ber­sama-sama masyarakat akan semakin mudah dalam men­cari jalan keluar atau me­nyelesaikan masalah sosial, terutama masalah keamanan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi akan bisa se­nantiasa berupaya untuk me­ngurangi rasa ketakutan ma­syarakat terhadap akan adanya gangguan kriminalitas.
Stephen Covey, penulis asal Amerika Serikat mene­gaskan, unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan sekadar pada apa yang kita tulis dan kita katakan, tetapi lebih pada karakter kita dan bagaimana kita me­nyam­paikan pesan kepada pe­ne­rima pesan (tindakan).
Jika kata atau tindakan dibangun dari teknik hu­bungan yang dangkal (etika kepribadian), maka orang lain akan melihat atau mem­baca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh, yang dibangun dari pondasi integritas pribadi yang kuat.
Oleh karena itu, penting sekali bagi seorang polisi untuk memiliki kepribadian yang kuat di tengah masya­rakat, tentu saja kepribadian yang memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga, ma­sya­rakat akan membaca si­kap tersebut sebagai sikap yang berpihak, sikap yang humanis dan sikap yang ma­nis. Goal­nya, polisi akan se­ma­kin di­cin­tai ma­sya­ra­kat. (*)
KOMPOL ANDRIANTO ARGAMUDA, SIK
(Pasis Sespimen Dikreg ke-56)

Simpulan :
Salah satu hal yang menyebabkan banyak orang berselisih paham adalah kurangnya komunikasi. Komunikasi terkadang menjadi hal yang disepelekan, padahal kesalahan dalam komunikasi dapat menimbulkan permasalahan dalam hubungan dua atau lebih orang. Berdasarkan berita di atas, saya simpulkan bahwa simpati masyarakat itu akan sulit didapat jika antara masyarakat itu sendiri tidak terbangun komunikasi yang nyaman dan saling mendukung satu sama lain. Menurut Jalaluddin Rakh­mat dalam bukunya, Psi­ko­logi Komunikasi, komu­nikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, memengaruhi sikap, mening­katkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya me­nim­bulkan suatu tindakan yang baik pula. Dalam men­cip­takan komunikasi yang efektif antara polisi dan ma­sya­rakat, diperlukan saling pengertian diantara kedua pihak. Bukan saja polisi yang harus mengerti masya­rakat, tapi masyarakat harus pula memahami dan mengerti pekerjaan seorang polisi. Komunikasi yang efek­tif dengan meningkatnya hu­bungan sosial yang baik antar individu, pasti diakhiri dengan tindakan yang baik pula.

Referensi :
http://harianhaluan.com/news/detail/54946/komunikasi-efektif-sebagai-ciri-polisi-humanis